Semarang (pilar.id) – Apa keistimewaan puasa sunah pada bulan Syaban? Gus Baha berikan penjelasan alasannya dan pernah dilakukan Nabi Muhammad.
Gus Baha sapaan akrab KH Ahmad Bahauddin Nursalim menjelaskan bila bulan Syaban memiliki banyak keistimewaan.
Dengan demikian, kata Gus Baha, puasa sunah pada bulan Syaban agar diperbanyak menurut banyak pendapat ulama.
Bulan Syaban seperti diketahui dalam kalender Islam, merupakan waktu yang berada di antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan.
“Misalnya memperbanyak membaca Al-Qur’an, shalawat, puasa, dan memperingati malam Nisfu Sya’ban,” ujarnya dalam tayangan YouTube Ngaji Gus Baha yang diunggah beberapa pekan lalau, melansir laman NU Online, Senin 27 Februari 2023.
Meski puasa sunah pada bulan Syaban tidak sepopuler yang lain, namun ternyata punya banyak manfaat, bahkan dilakukan Rosulullah.
“Namun di bulan Sya’ban, Rasulullah SAW sering melaksanakan puasa dan amalan yang lain,” kata Gus Baha yang kini sebagai Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur’an Lembaga Pembinaan Pendidikan Pengembang Ilmu Al-Qur’an (LP3IA) Nurukan itu.
Lebih jauh, Gus Baha mengutip hadist yang menerangkan bila nabi tidak berpuasa pada satu bulan lebih banyak selain di bulan Syaban.
Sesungguhnya Nabi berpuasa pada bulan Sya’ban (seolah-olah) pada seluruh bulan. (HR. Bukhari).
“Tujuan nabi banyak berpuasa di bulan Syaban adalah sebagai ajaran kepada umatnya. Bulan Syaban adalah momen diangkatnya amal perbuatan. Ketika dalam keadaan berpuasa, tentu itu hal yang baik,” ujar Gus Baha.
Gus Baha menjelaskan, bila nabi pernah menyebutkan keutamaan bulan Syaban kerap dilupakan umat muslim.
Bulan Syaban bisa digunakan sebagai bulan persiapan, untuk meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan.
“Karena fokus kebanyakan masyarakat beralih pada dua bulan yang mengapitnya, yaitu Rajab dan Ramadhan,” kata dia. (daz)










