Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
  • Pertamina Hulu Indonesia dan Serikat Pekerja Sepakati Perjanjian Kerja Baru demi Ketahanan Energi
  • Kinerja AUM Melesat, OCBC Indonesia Raih Penghargaan Best Private Bank 2026 dari Global Banking & Finance
  • Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar
  • Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Triwulan II 2026 Meningkat Ditopang Sektor Liburan dan Pertanian
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Pemerintahan»Kemendagri Beri Otonomi Khusus Ke Provinsi Papua Barat Daya untuk Tingtkatkan IPM

Kemendagri Beri Otonomi Khusus Ke Provinsi Papua Barat Daya untuk Tingtkatkan IPM

Pemerintahan M. Fathur Rohman5 Januari 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro. (Foto: Istimewa)

Jakarta (pilar.id) – Ketimpangan pembangunan ekonomi, infrastruktur hingga sumbar daya manusia memang sudah sejak lama jadi masalah bagi pemerintah Indonesia. Terutama jika membandingkan pembangunan antara mereka yang ada di Pulau Jawa dengan pulau-pulau lainnya seperti Pulau Papua.

Demi memangkas terjadinya kesenjangan tersebut, Kementerian Dalam Negeri menerapkan pemberlakuan Otonomi Khusus (Otsus) di wilayah Papua termasuk bagi Provinsi Papua Barat Daya. Salah satu dari tiga Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua yang diresmikan pada 2022 lalu.

Penerapan Otsus di Papua Barat Daya diharapkan akan mampu jadi pendorong pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah tersebut. Dimana, ada tiga aspek pembangunan yang jadi tolok ukur di IPM yakni, pembangunan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

“Dibandingkan dengan tempat lain, (penerapan otsus di Papua) agar dia (Papua) bisa mengejar ketertinggalan pembangunan bidang kesehatan, begitu pula di perekonomian dan infrastruktur,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro saat Rapat Kerja (Raker) Bupati/Wali Kota se-Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (4/1/2023) yang berlangsung secara virtual.

Salah satu yang jadi perhatian Suhajar terkait pembangunan masyarakat di Papua adalah jumlah bayi yang meninggal saat melahirkan. Semakin banyak bayi yang meninggal saat dilahirkan, maka tingkat kesehatan di daerah tersebut akan semakin buruk.

“Kelihatannya indikator ini gampang, tetapi untuk bisa menyelamatkan bayi saat dilahirkan, Bapak/Ibu harus membenahi seluruh infrastruktur kesehatan,” terangnya.

Baca Juga  Selesai Direhabilitasi, Wajah Baru Pasar Legi Surakarta Diharapkan Mampu Tarik Minat Masyarakat

Di sisi lain, Suhajar juga menegaskan perlunya peningkatan kondisi ekonomi masyarakat yang ada di Papua Barat Daya. Sebab, tingkat kesejahteraan masyarakat yang nantinya akan diukur dari hasil Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) juga akan berpengaruh pada besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Semuanya dihitung berapa barang dan jasa yang dihasilkannya, jumlahkan secara tetap itulah jumlah Produk Domestik Regional Bruto. (PDRB) dibagi dengan jumlah penduduk menjadi income per kapita PDRB. Baru kita tahu berapa PDRB kita dan berapa ketimpangannya. Gini rasionya dihitung di situ,” jelasnya.

Dia menambahkan, apabila 40 persen rakyat mendapat PDRB di bawah 15 persen maka akan terjadi ketimpangan atau jumlah rakyat miskin terlalu banyak. Suhajar menegaskan otsus di Papua Barat Daya diprioritaskan untuk pembangunan IPM tersebut. (fat)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Ekonomi Indeks pembangunan manusia IPM ketimpangan ekonomi Otonomi khusus Otsus Provinsi Papua Barat Daya

Berita Lainnya

IPM Meningkat dan Jumlah Penduduk Miskin Menurun

4 April 2023

Jateng Halal Fair 2023, Taj Yasin: Potensi Halal dan Ekonomi Syariah Sangat Besar

3 April 2023

Sutarmidji Ajak Tingkatkan Kualitas Pendidikan

16 Maret 2023

Sutarmidji Targetkan IPM Kalbar Capai 69,5 Persen

27 Februari 2023

PLN Raih Penghargaan Internasional The Best Green Loan

26 Februari 2023

Capaian IPM Menjadi Ukuran Bagi Investor

3 Februari 2023

Gubernur Jatim Khofifah Siapkan Sejumlah Terobosan Dorong Peningkatan Kesejahteraan KUMKM

17 Januari 2023

Nilai Ekspor Indonesia Capai 268 Miliar Dolar AS, Terbesar dari Minyak Kelapa Sawit

11 Januari 2023

Baru Diresmikan, Kemendagri Jabarkan 7 Agenda Pokok Provinsi Papua Barat Daya

5 Januari 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Ilustrasi staf PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

BCA Borong 6 Penghargaan Global Digital CX Awards 2026, Sukses Pacu Transaksi Digital hingga 99 Persen

15 Juli 2026
IKEA Indonesia memperluas bantuan program Matching Donations ke 364 keluarga di Kampung Rantau Bintang, Aceh Tamiang, guna percepatan pemulihan pascabanjir.

Enam Bulan Pascabanjir Aceh Tamiang, IKEA Indonesia Perluas Aksi Kemanusiaan untuk Ratusan Keluarga

13 Juli 2026
Berita Lainnya
newjeans

NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!

18 Juli 2026
PHI dan PHSS resmi menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2026–2028 untuk perkuat hubungan industrial dan produksi migas nasional.

Pertamina Hulu Indonesia dan Serikat Pekerja Sepakati Perjanjian Kerja Baru demi Ketahanan Energi

17 Juli 2026
OCBC Indonesia

Kinerja AUM Melesat, OCBC Indonesia Raih Penghargaan Best Private Bank 2026 dari Global Banking & Finance

17 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.