Jakarta (pilar.id) – Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Arya Sandhiyudha meminta badan publik yang melakukan penyelidikan dan investigasi terkait Tragedi Kanjuruhan memberikan informasi kepada publik secara serta-merta.
Artinya, jelas Arya, sesaat setelah informasi didapatkan dan dikumpulkan harus langsung disampaikan kepada publik. Sehingga, masyarakat bisa merujuk informasi dari badan publik secara langsung.
Hal tersebut, menurut Arya pelu dilakukan mengingat korban tewas mencapai lebih dari seratus orang.
“Memberikan informasi publik secara serta-merta, sehingga menjadi jelas apa yang menjadi penyebab berikut juga situasinya yang ada,” kata Arya ketika dihubungi, di Jakarta, Selasa (4/10/2022).
Lebih lanjut, Arya menjelaskan bahwa dengan pemberian informasi secara serta-merta juga akan meminimalisir masyarakat mengambil rujukan dari pihak lain, selain dari badan publik yang bertugas.
“Ini juga menjadi kesempatan sebenarnya bagi badan terkait untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Badan publik terkait itu misalnya dari pihak Arema sebagai klub yang bertanding sekaligus tuan rumah dari laga tersebut, kemudian ada pihak kepolisian,” ujarnya pula.
Kedua, ia juga meminta agar badan publik terkait harus memberikan informasi berkala sesuai dengan perkembangan yang terjadi. “Contoh misalnya di antara jumlah yang menjadi korban luka-luka apakah sudah membaik atau malah ada pemburukan,” katanya lagi.
Arya menyebut badan publik terkait juga harus memberikan informasi kepada masyarakat bila nantinya ada pihak-pihak yang diketahui terlibat atas peristiwa mematikan itu dan memberikan perhatian sekaligus peringatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menurutnya, informasi tersebut penting itu untuk diketahui publik, sehingga tidak berkembang tudingan terhadap pihak-pihak tertentu yang sebenarnya justru bukan menjadi faktor utama dalam tragedi Kanjuruhan.
“Atau sebaliknya jangan juga berkembang sekadar normatif, ‘semua harus bertanggung jawab’, ‘semua dapat menjadi pelajaran’ jadi kan kita akhirnya tidak mendapatkan apa-apa dari proses yang sebenarnya sangat melukai sepak bola kita,” kata Arya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan jumlah korban jiwa akibat tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang bertambah enam orang sehingga totalnya mencapai 131 orang.
“Hari ini ada tambahan enam korban meninggal dunia, dari 125 orang menjadi 131 orang,” ujar Khofifah, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). (fat)










