Temanggung (pilar.id) – Pemuda itu, Rizal (25) penuh semangat menceritakan kisah suksesnya sebagai seorang petani milenial. Saat berada di Soropadan Festival yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Rizal menyampaikan bahwa sektor pertanian memiliki peluang menjanjikan bagi generasi muda.
“Menjadi petani itu menyenangkan, Pak. Penghasilannya juga cukup besar. Saya sendiri, setiap kali panen, bisa mendapatkan hingga Rp50 juta,” ujar Rizal antusias.
Rizal menjelaskan bahwa ia telah lama menekuni dunia pertanian, mengelola lahan seluas 3000 m2 warisan dari ayahnya. Ia menanam berbagai jenis tanaman hortikultura, seperti padi, cabai, dan lainnya.
“Meskipun banyak teman sebaya yang tidak tertarik menjadi petani, saya memilih jalur ini. Saya bangga menjadi petani karena penghasilan saya jauh lebih besar daripada teman-teman yang bekerja di pabrik,” ungkapnya dengan bangga.
Firman (21), seorang petani milenial lainnya, juga sepakat dengan pandangan Rizal. Ia menyatakan bahwa sektor pertanian sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik.
“Pertanian menguntungkan dan bisa menghasilkan uang yang banyak. Namun, banyak generasi muda yang tidak tertarik karena pandangan mereka terhadap pertanian masih dianggap kuno dan tidak keren,” tutur Firman.
Firman menekankan bahwa pandangan tersebut perlu diubah karena sektor pertanian saat ini telah modern dan mekanisasi telah diterapkan untuk mempermudah proses pertanian.
“Namun, upaya pemerintah untuk sosialisasi mengenai hal ini masih kurang, sehingga generasi muda jarang yang tertarik untuk menjadi petani,” jelasnya.
Mendengar cerita dari Rizal dan Firman, Gubernur Ganjar merasa sangat bangga dengan semangat para petani milenial ini. Ia mengamini bahwa masih banyak generasi muda yang tertarik untuk terlibat dalam sektor pertanian.
“Potensi sektor pertanian memang sangat besar. Banyak produk hortikultura dari Jawa Tengah yang diminati oleh pasar internasional, dan peluang ini belum sepenuhnya tergarap. Sebagai contoh, durian saja memiliki pasar yang sangat menjanjikan,” ungkap Ganjar.
Namun, menurut Ganjar, perlu ada tinjauan kembali terhadap sistem pertanian di Indonesia. Upaya-upaya perbaikan harus dilakukan agar sektor ini terus berkembang.
“Salah satunya adalah pengembangan mekanisasi yang akan menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam pertanian,” tambahnya.
Soropadan Festival merupakan acara pameran produk pertanian unggulan di Jawa Tengah. Selain sebagai pameran, acara ini juga memberikan edukasi dan pelatihan kepada generasi muda untuk berpartisipasi dalam sektor pertanian.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat memperhatikan pelatihan bagi petani milenial. Melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng, upaya pelatihan dan pendampingan bagi generasi muda yang tertarik berkecimpung dalam sektor pertanian terus dilakukan. (usm/hdl)









