Jakarta (pilar.id) – Ratusan massa demonstran tiba di depan gedung DPR RI. Mereka merupakan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta dan tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB.
Aksi ini merupakan protes atas tidak dibukanya draf Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) ke publik. Selain itu, mereka juga menuntut agar DPR membahas pasal-pasal bermasalah.
“Tolak RKUHP, sepakat kawan-kawan!” tegas salah satu orator di mobil komando, Jakarta, Selasa (28/9/2022).
Pantauan Pilar.id di lapangan, gerbang DPR dipagari dengan kawat berduri. Namun, mereka berusaha untuk menerobos kawat berduri dengan menggunakan tongkat serta memasang banner bertuliskan ‘gedung ini disita’.

“Hari ini kawat berduri dipasang sebagai simbol ketakutan oligarki kepada kita,” teriak orator.
Mereka meminta agar kawat berduri dipindahkan karena dianggap sebagai simbol ketakutan terhadap kekuatan mahasiswa. Karena pada aksi-aksi sebelumnya belum pernah dipasang kawat berduri.
“Tolong cabut kawat berduri ini. Sepakat kawan-kawan,”
Sementara itu, Jalan Gatot Subroto arah menuju Slipi, Jakarta Barat juga nampak tersendat. Pihak kepolisian juga turut membantu mengurai kemacetan dengan membuka jalur Transjakarta. (ach/fat)









