Jakarta (pilar.id) – Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY untuk me-launching Duta Marketing Kulon Progo (Taring-Ku), Selasa (25/10/2022) di Aula Adikarta, Kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo.
Program ini, merupakan terobosan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo untuk memanfaatkan teknologi digital marketing dengan menjalankan UMKM secara online saat pandemi yang menyebabkan meredupnya kegiatan UMKM, khususnya di Kulon Progo.
Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo, Iffah Mufidati mengatakan digital marketing menjadi sebuah kebutuhan. Pasalnya manfaat, efisiensi dan luasnya pemasaran tidak mengenal batas administrasi, sehinga menjadi sesuatu yang semakin berkembang dan diminati.
Iffah menambahkan, kegiatan inovasi membranding Duta Marketing Kulon Progo ini menggandeng 24 siswa SMK dari jurusan Marketing melalui pelatihan yang akan diterjunkan langsung ke pelaku UMKM.
“Kami melakukan inovasi salah satunya membranding duta marketing atau branding taring-Ku dengan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengetahui secara praktis digital marketing dalam pembuatan konten dan teknik pemasaran dengan memanfaatkan sosial media. Selain itu, kami juga melihat peluang pembelajaran duta marketing ini dapat berkolaborasi dengan siswa SMK khususnya Jurusan Pemasaran yang mana potensinya belum tergarap secara optimal,” jelas Iffah, Selasa (25/10/2022).
Iffah menambahkan, program TaringKu yang dimulai sejak 2020 lalu ini menjadi solusi supaya kondisi para pengusaha UMKM dapat bertahan dan berkembang dengan pemanfaatan teknologi informasi yang memberikan pelatihan pada pelaku UMKM agar promosi dan pemasaran produk secara digital dengan harapan laris di pasaran.
Lebih lanjut, pihaknya menggandeng SMK-SMK di Kulon Progo seperti SMK N 1 Pengasih, SMK N 1 Samigaluh, SMK Muhammadiyah 1 Wates dan SMK Taman Siswa Nanggulan untuk menjadi pilot project melaksanakan program Duta TaringKu.
“Kekuatan potensi generasi muda ini kami gabungkan untuk bersinergi melakukan gerakan Duta Marketing sebagai upaya menjembatani pelaku UMKM yang belum sepenuhnya memanfaatkan peluang potensi pemasaran produknya secara online. Selain itu juga, dapat memberikan kesempatan dan pemberdayaan kepada anak-anak dengan menjadikan produk UMKM sebagai praktik untuk memasarkan sekaligus memberikan rasa cinta dan bangga mau memakai, mengkonsumsi dan memasarkan produk UMKM,” ucapnya.
Sementara, Penjabat (Pj) Bupati Kulon Progo, Tri Saktiyana menyebut tantangan yang dihadapi Koperasi dan UMKM di masa pandemi adalah menghadirkan visi baru di tengah perubahan sosial ekonomi yang sangat dinamis.
Salah satu langkahnya dengan mengubah dan mengadaptasi cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan inovasi produk.
“Pandemi ini merupakan tantangan kita untuk beradaptasi dan mengembangkan lagi peran teknologi digital. Harapannya, dengan TaringKu dapat memasarkan lebih luas lagi UMKM di Kulon Progo hingga sampai level internasional,” kata Tri. (riz/fat)










