Cianjur (pilar.id) – Pengusaha pangan berbasis teknologi dari Perwiratama Group, Cecep Muhammad Wahyudin, memberikan dukungannya terhadap upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan produktivitas pangan yang dapat diolah menjadi bahan baku makanan siap ekspor.
Hal ini diungkapkan oleh Cecep setelah menerima kunjungan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), di kantornya di Cianjur, Jawa Barat.
“Seperti yang disampaikan oleh Mentan, saat ini Kementerian sedang mendorong para tokoh pertanian, dan kebetulan kami fokus pada proses digitalisasi teknologi pangan. Jadi, memang ada kesesuaian dan keselarasan dengan program Kementan. Kami tentu mendukung upaya Pak Menteri dalam meningkatkan produktivitas bahan makanan siap ekspor,” jelas Cecep.
Salah satu fokus utama Cecep adalah mengintegrasikan peternakan atau pertanian dengan proses pengolahan. Menurutnya, setiap kegiatan pertanian harus memiliki proses pengolahan lanjutan yang dapat menghasilkan makanan siap saji. Itulah yang saat ini dilakukan oleh Perwiratama Group.
“Konsentrasi kami bukan hanya pada pengolahan produk, tetapi juga pada bagaimana produk tersebut dapat disesuaikan dengan pasar. Jadi, jika itu ayam, sapi, atau ikan, harus ada proses pemotongan dan pembumbuan. Semuanya terintegrasi,” katanya.
Terkait hal ini, Cecep mengungkapkan bahwa perusahaan sedang melakukan aktivasi sistem bottleneck atau antisipasi terhadap permasalahan dalam sistem pertanian yang ada di perusahaan.
“Oleh karena itu, kami fokus pada rantai pasokan. Kami ingin dapat menyampaikan dan mendistribusikan produk-produk pertanian. Dan yang terakhir, dengan proses pengolahan tersebut, kami dapat meningkatkan value chain dari sektor pertanian dan produk pertanian di Indonesia dengan tema yang sederhana,” jelasnya.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengunjungi perusahaan tersebut untuk memastikan bahwa proses hilirisasi dan digitalisasi pangan berjalan dengan baik. SYL menyatakan bahwa pertanian adalah sektor yang sangat strategis dan menguntungkan.
“Pertanian tidak akan merugi selama kita serius mengurusnya. Oleh karena itu, saya berharap para petani dan pengusaha pertanian terus mengembangkan inovasi untuk membuka peluang ekonomi yang jauh lebih besar,” ucapnya. (usm/hdl)









