Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Bela BPOM, GPFI Ungkap Penyebab Obat Tercemar ED dan DEG

Bela BPOM, GPFI Ungkap Penyebab Obat Tercemar ED dan DEG

Peristiwa Achmat D30 Desember 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Bincang Pagi GPFI yang mengusung tema 'Kembalinya Obat Sirup yang Hilang, Jangan Ada EG/DEG di Antara Kita' di Jakarta.

Jakarta (pilar.id) – Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) menyatakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan sudah bekerja dengan baik. Karena, kasus pencemaran obat hanya terjadi pada spesifik sirup saja, dan tidak terjadi pada semua jenis produk obat dari industri farmasi lainnya.

“Hal ini menunjukkan mayoritas sistem kualitas produksi industri farmasi dan sistem pengawasan dan pembinaan BPOM sudah mayoritas berjalan baik,” kata Ketua Umum GPFI Tirto , di Jakarta, Jumat (30/12/2022).

Tirto mengatakan, industri farmasi Indonesia memproduksi 90 persen dari total volume obat nasional dengan berbagai jenis tablet, sirup, injeksi, kapsul, inhalasi dan berbagai produk obat lainnya. Menurutnya, kasus cemaran obat sirup merupakan kejadian yang belum pernah terjadi dalam industri farmasi (IF) Indonesia selama lebih dari 40 tahun.

Selama ini, lanjut Tirto, pengawasan BPOM sudah termasuk yang sangat ketat di antara negara Asia. Karena, BPOM yang merupakan anggota Pharmaceutical Inspection Co-operation Scheme (PIC/S) telah menerapkan aturan sesuai dengan standar internasional untuk memastikan proses, keamanan sistem, hingga kualitas industri farmasi sesuai dengan panduan.

Industri farmasi nasional juga sudah melakukan proses produksi sesuai standar Cara Pembuatan Obat dengan Baik (CPOB). Karena itu, menurut Tirto, terjadinya cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) disebabkan karena dua hal.

Pertama, adanya pemalsuan bahan pelarut oleh oknum supplier kimia yang mengganti bahan PG menjadi EG/DEG. Industri farmasi, kata Tirto, telah memesan dan membayar dengan harga Propilen Glikol (PG) yang lebih tinggi, disertai dengan Certificate of Analysis PG dan drum berlabelkan PG, namun isinya telah dicampur EG.

Kedua, hasil produksi sirup obat jadi tidak diperiksa untuk kandungan EG/DEG. Karena, selama ini belum ada standar di dunia untuk pemeriksaan EG/DEG pada produk jadi obat.

Baca Juga  BPOM Temukan 56 Ribu Produk Pangan Bermasalah Jelang Lebaran 2026, Mayoritas Ilegal dan Kedaluwarsa

Dengan demikian, GPFI menegaskan, pencemaran sirup bukan disebabkan oleh adanya problem yang sistemik pada sistem produksi industri farmasi atau sistem pengawasan BPOM. Hal itu terbukti dari data, hanya kurang dari 2 persen total obat yang beredar dalam kondisi tercemar.

“Hanya 5 persen dari ragam obat sirup yang sempat beredar dan tercemar. Dan lebih dari 94 persen obat sirup lainnya, layak dikonsumsi yang membuktikan bahwa kasus cemaran sirup adalah sebuah insiden dan bukan sistemik mayoritas,” tegas Tirto.

Namun, GPFI turut mengimbau seluruh industri farmasi, khususnya yang tergabung dalam asosiasi untuk segera melakukan pengujian ulang terhadap item obat sirup. Selain itu, GPFI juga meminta untuk melaporkan hasilnya kepada BPOM agar dilakukan verifikasi.

Menurut data per 15 Desember 2022, dari sekitar 2.400 item obat sirup yang diuji, sebanyak 335 item obat sirup telah dinyatakan oleh BPOM aman dan layak konsumsi. Karena belum ada panduan metode pemeriksaan EG/DEG pada produk jadi, maka GPFI mendukung agar Kemenkes berkolaborasi dengan BPOM dapat membuat farmakope panduan pemeriksaan EG/DEG yang harapannya bisa menjadi panduan pertama di dunia sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.

Sementara itu, Direktur Eksekutif GPFI Elfiano Rizaldi mendorong aparat penegak hukum untuk segera memproses dan menindak oknum pemasok yang menipu dan memalsukan bahan baku penolong kepada idustri farmasi.

Selain itu, ia juga mendorong otoritas kesehatan/obat untuk melakukan pembinaan kepada industri farmasi yang melakukan kelalaian atau ketidakdisiplinan dalam proses produksi obat sirup dengan mempertimbangkan prinsip ultimum remedium atas proses hukum yang sedang berjalan saat ini.

Prioritas lainnya, mempercepat proses pemeriksaan dengan detail kualitas dan keamanan semua produk obat sirup di Indonesia. Sehingga, obat sirup yang sangat dibutuhkan pasien dan masyarakat Indonesia segera tersedia di pasaran.

Baca Juga  Kepala BPOM Ungkap Penyimpangan Peredaran Ketamin di Fasilitas Kefarmasian

“Hingga saat ini sudah ada 340 jenis obat sirup yang telah dijamin keamananannya dan layak dikonsumsi masyarakat,” kata Elfiano.

Semua produk obat sirup yang telah diumumkan oleh BPOM dan telah tersedia di apotik dan toko obat berizin di seluruh Indonesia adalah obat sirup yang aman dan layak dikonsumsi masyarakat.

Berdasarkan semua pembelajaran kasus ini, Elfiano berpendapat GPFI perlu senantiasa dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis tentang penghentian, pemeriksaan atau penyediaan kembali obat sirup.

“Pengujian obat sirup dapat segera selesai dan masyarakat dapat kembali mengakses obat sirup tanpa rasa was-was, selama produk tersebut dibeli di apotek atau toko obat resmi,” tutur Elfiano.

Untuk diketahui, BPOM kembali menerbitkan hasil penelusuran dan tindak lanjut terhadap kejadian cemaran EG/DEG yang melebihi ambang batas aman pada sirup obat. Berdasarkan hasil verifikasi periode 15 hingga 27 Desember 2022, terdapat tambahan 176 produk yang telah memenuhi ketentuan.

“Dengan demikian, BPOM menyatakan 508 produk sirup obat dari 49 Industri Farmasi (IF) telah memenuhi ketentuan, dan aman digunakan sepanjang sesuai aturan pakai,” kata Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito.

Sebelumnya, Penny menyatakan ogah disalahkan atas kasus gangguan ginjal akut yang merenggut ratusan anak-anak di Indonesia.

Menurutnya, institusinya selama ini sudah bekerja dengan baik. Ia juga mengaku sudah menjelaskan kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) bahwa BPOM telah menjalankan pekerjaannya sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, termasuk menjelaskan tindakan yang sudah dilakukan, serta melakukan perbaikan.

“Jadi sudah ada solusinya, sudah ada keputusan komitmen bersama apabila itu ada langkah-langkah perbaikan. Bukan hanya mencari kesalahan,” kata dia. (ach/din)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
BPOM GPFI Ketua Umum GPFI Tirto Koesnadi

Berita Lainnya

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar

BPOM Temukan 56 Ribu Produk Pangan Bermasalah Jelang Lebaran 2026, Mayoritas Ilegal dan Kedaluwarsa

15 Maret 2026
Ilustrasi pelaksanaan vaksinasi di Indonesia

UGM Dukung Uji Klinis Vaksin TBC M72: Epidemiolog Tegaskan Bukan Kelinci Percobaan

20 Mei 2025
Sebagian produk yang izin edarnya dicabut BPOM, karena dinilai melanggar norma kesusilaan dalam materi promosi.

BPOM Cabut Izin Edar Produk Kosmetik dengan Promosi Tidak Senonoh, Masyarakat Diimbau Lebih Waspada

30 April 2025
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar

Ancaman Silent Pandemic, Kepala BPOM RI Ingatkan Bahaya Resistansi Antimikroba

4 Januari 2025
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar

Kepala BPOM Ungkap Penyimpangan Peredaran Ketamin di Fasilitas Kefarmasian

6 Desember 2024
Kepala BPOM, Penny K. Lukito

BPOM Kawal Pengembangan Sorgum dari Hulu Ke Hilir

3 November 2023
Konferensi pers Joint Operation BPOM-DJBC di kawasan Bandara Soetta

Bea Cukai dan BPOM Gagalkan Ekspor Obat Tradisional Ilegal Mengandung Bahan Kimia

10 Agustus 2023
Ilustrasi makanan instan yang menyajikan iming-iming kemudahan dalam penyajian (foto: Jeff Siepman, unsplash)

Lagi! Mie Instan Indonesia Ditolak Taiwan, DPR Minta BPOM Lakukan Mitigasi

26 April 2023
Badan Pengawan Obat dan Makanan

Bulan Ramadhan, Satgas Pangan Gabungan Polres Kediri Sidak Dua Pasar Tradisional

24 Maret 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.