Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Feature»Rengat Banjir Darah, 73 Tahun Silam Ayah Penyair Chairil Anwar Turut Jadi Korban

Rengat Banjir Darah, 73 Tahun Silam Ayah Penyair Chairil Anwar Turut Jadi Korban

Feature Ahmad Zulfikar5 Januari 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sejumlah prajurit Kompi Penerjun Payung 1 Korps Pasukan Khusus bersiap untuk berangkat di pagi buta. Dari lapangan terbang Tjililitan (Jakarta) mereka akan menuju Jambi (foto: Dok Nederlands Instituut voor Militaire Historie)

Jakarta (pilar.id) – Tak banyak orang tahu sejarah kelam Rengat berdarah 73 tahun silam. Tepatnya, pada 5 Januari 1949 ribuan masyarakat Rengat dibantai habis-habisan oleh Belanda.

Salah satu korbannya adalah ayah dari seorang penyair angkatan 45 Chairil Anwar, yang bernama Toeloes bin Haji Manan. Kala itu, Teoloes menjabat sebagai Bupati Rengat.

Pada masa revolusi, Rengat masuk wilayah Sumatra Tengah. Namun, kini Rengat sudah menjadi bagian Provinsi Riau. Rengat juga dikenal sebagai Kota Raja, karena banyak raja-raja dari Kerajaan Indragiri yang lahir di sini.

Dalam pembantaian kilat di Rengat tersebut tak banyak catatan sejarah dari Belanda maupun Indonesia. Namun, seorang prajurit TNI dari Batalyon III, Resimen IV, Divisi IX Banteng Sumatra Wasmad Rads memberikan kesaksiannya ketika menjadi buronan Belanda kala itu.

Dalam sebuah biografi bertajuk ‘Lagu Sunyi Dari Indragiri’, Wasmad menceritakan perhatian tentara Republik saat itu terpecah. Mereka bingung antara menghadang laju pasukan penerjun dari Belanja atau menolong korban yang bergelimpangan.

Diceritakannya, seorang ibu memeluk tubuh anaknya yang tercabik-cabik. Ada juga wanita yang berteriak histeris di depan putrinya yang terluka parah. Bahkan, masuk ke lubang perlindungan sudah ada mayat-mayat dan korban yang terluka parah.

“Terlintas dalam pikiran saya jika serangan itu terus dilanjutkan, maka menjelang petang mungkin seluruh penduduk Rengat sudah musnah,” kata Wasmad menggambarkan gentingnya situasi saat itu.

Baca Juga  Tampilkan 525 Koleksi Arsip, Pameran Arsip Sejarah Kalimantan Barat

Hari Rabu, 5 Januari 1949 pagi, dua pesawat Belanda jenis Mustang dengan cocor merah di depannya terbang rendah di langit Kota Rengat yang baru diguyur hujan malam harinya. Dua pesawat itu melayang-layang di antara kerumunan masyarakat yang akan memulai aktivitas.

Sebelumnya, sudah tersiar kabar bahwa tentara Belanda akan menyerang Kota Rengat sebagai upaya merebut kembali kekuasaannya. Tanpa dinyana, pesawat itu mendadak menjatuhkan bom. Aksi dua pesawat Mustang yang mengebom setiap penjuru Rengat bahkan baru berakhir pukul 09.45 WIB.

Begitu Pesawat Mustang menghilang dari langit Rengat, muncul kembali tujuh pesawat Dakota. Pesawat tersebut menerjunkan ratusan pasukan baret merah Belanda atau sering disebut Korp Spesialie Tropen (KST), pasukan terlatih Belanda yang telah mengikuti pelatihan di Batu Jajar, Bandung. Pasukan ini diterjunkan di daerah Sekip yang berawa-rawa dan selama ini tidak begitu terjaga oleh tentara Indonesia.

Menjelang petang, situasi di Kota Rengat terus memburuk. Belanda kembali menurunkan pasukan Baret Hijau dalam jumlah besar. Mereka diperkirakan tiga kompi atau sekitar 350 orang.

Wasmad berupaya menyelamatkan diri dengan cara bergerilya. Namun pada tanggal 11 Januari 1949, Wasmad berhasil ditangkap pasukan Belanda di rumah orang tua angkatnya di daerah Sekip.

Wasmad kemudian digelandang ke dalam sel. Dalam tahanan, Wasmad bertemu dengan sejumlah tentara republik yang telah lebih dulu ditangkap Belanda. Pejuang baru dibebaskan Belanda pada tanggal 27 Desember 1949 seiring dengan penyerahan kedaulatan Belanda kepada Pemerintah Indonesia. Wasmad dan rekan-rekannya yang ditahan di bawa ke Taluk Kuantan untuk ditukar dengan tentara Belanda yang menjadi tahanan tentara republik.

Baca Juga  Bandung Lautan Api, Kesaksian dari Puncak Gunung Leutik yang Melegenda

Sementara itu, Bupati Tulus merupakan satu dari sekira dua ribu orang yang dibantai Belanda di Rengat pada 5 Januari 1949. Bupati Tulus ditembak mati di depan rumahnya, dan di hadapan istri dan anak-anaknya.

Sejarawan Universitas Amsterdam, Anne Lot-Hoek menyebut sebanyak 1500 sampai 2000 kematian warga sipil yang turut jadi korban dalam tragedi Rengat. Sementara, dokumentasi Belanda dalam Memorandum Excessennota (Nota Ekses) tahun 1969 meyakini keseluruhan korban hanya berjumlah 80 orang.

Nah, bagi Anda yang tengah berkunjung ke Riau, tidak ada salahnya singgah untuk sedikit mengetahui jejak tragedi pilu di Rengat. Tugu peringatan 5 Januari ini berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kota Rengat. Persis di depan rumah dinas Bupati Indragiri Hulu.

Selain itu, Anda juga dapat menikmati sejuknya Taman Nasional Bukit Tigapuluh, serta Danau Raja yang konon misterius. (ach/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Chairil Anwar penjajahan Belanda Rengat berdarah Sejarah

Berita Lainnya

Albert Einstein (dok pilar.id)

5 Ilmuwan Legendaris yang Mengubah Dunia, Dari Einstein hingga Tesla

18 Februari 2024

Kenang Chairil Anwar, Kemendikbudristek Gelar Pembacaan Puisi di Museum Nasional

27 Juli 2023
Olah digital foto Sophie Scholl, koleksi nationalww2museum.org

Hari ini Dalam Sejarah, Sophie Scholl Lahir Membawa Pesan Perlawanan tanpa Kekerasan

9 Mei 2023
Adolf Hitler

Hari ini Dalam Sejarah, Hitler dan Eva Braun Mengakhiri Hidup Setelah Menikah di Bunker

30 April 2023
Benito Amilcare Andrea Mussolini, politikus dan wartawan pendiri Partai Fasis Nasional di Italia (foto: Wikimedia)

Hari ini Dalam Sejarah, Runtuhnya Pemerintahan Fasis Benito Mussolini

28 April 2023
Nessie, Monster Loch Ness, 1934. (foto: Dok Britannica)

Hari ini Dalam Sejarah, Hoax Nessie Monster Loch Ness Mencuri Perhatian Dunia

21 April 2023
WHO

Hari ini Dalam Sejarah, PBB Dirikan WHO dan Dimulainya Hari Kesehatan Sedunia

7 April 2023
Jesse Woodson James

Hari ini Dalam Sejarah, Akhir Petualangan Jesse James Cowboy Legendaris Amerika

3 April 2023
Kondisi USS Bunker Hill yang terbakar

Hari ini Dalam Sejarah, Pertempuran Okinawa dalam Perang Dunia II Dimulai

1 April 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.