Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Ekonomi»Gejolak Ekonomi Global: Laju Pertumbuhan Negara Maju Lambat, Fundamental Indonesia Tetap Kuat

Gejolak Ekonomi Global: Laju Pertumbuhan Negara Maju Lambat, Fundamental Indonesia Tetap Kuat

Ekonomi Hendro D. Laksono17 Juli 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Para pembicara dalam Talkshow Tumbuh Makna
Para pembicara dalam Talkshow Tumbuh Makna

Jakarta (pilar.id) – Gejolak ekonomi global yang terus berlanjut menimbulkan ketidakpastian dalam perekonomian dunia. Konflik antara Rusia dan Ukraina, perang dagang semikonduktor antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, serta krisis energi dunia menjadi faktor yang berpengaruh terhadap ekonomi domestik suatu negara.

Laporan terbaru Bank Dunia dalam edisi Juni 2023, memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara-negara maju masih akan melambat menjadi 0,7 persen pada tahun 2023, dibandingkan dengan pertumbuhan sebesar 2,6 persen pada tahun 2022. Hal ini menunjukkan adanya tekanan yang belum reda terhadap ekonomi global.

Pada bulan Juni 2023, The Fed, bank sentral Amerika Serikat, memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 5 persen-5,25 persen. Keputusan ini diambil untuk menghentikan tren kenaikan suku bunga yang telah berlangsung dalam beberapa waktu.

Kenaikan suku bunga tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi yang berlebihan dan menjaga stabilitas ekonomi. Di sisi lain, Tiongkok menghadapi perlambatan ekonomi yang signifikan dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) hanya sebesar 4,5 persen pada kuartal pertama 2023.

Pada bulan April 2023, impor Tiongkok mengalami penurunan tajam sebesar 7,9 persen, sementara ekspor hanya tumbuh 8,5 persen, dibandingkan dengan bulan Maret yang mencapai 14,8 persen.

Eko Listiyanto, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), menjelaskan bahwa tekanan ekonomi yang dialami oleh negara-negara besar di dunia akan berdampak secara global.

“Negara-negara ekonomi raksasa ini, ketika menghadapi masalah, akan mempengaruhi ekonomi global secara keseluruhan, dan diharapkan pertumbuhannya tetap baik. Namun, dalam konteks Tiongkok, kondisinya belum seperti yang diharapkan,” ujarnya saat mengikuti diskusi ekonomi Tumbuh Makna dengan tema ‘Pengaruh Tingkat Suku Bunga AS dan Perlambatan Ekonomi Tiongkok Terhadap Ekonomi Indonesia’ di Jakarta.

Eko menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok diproyeksikan dapat mencapai 6 persen, tetapi berbagai indikator menunjukkan bahwa pertumbuhannya tidak mencapai angka yang memadai.

“Revisi pertumbuhan Tiongkok berada di angka 5,5 persen, namun angka tersebut sebenarnya masih belum maksimal. Untuk negara sebesar Tiongkok, minimal pertumbuhannya harus mencapai angka 7 persen agar dapat pulih sepenuhnya. Hal ini berbeda dengan Indonesia, di mana pertumbuhan sebesar 5 persen sudah cukup. Sementara itu, tingkat inflasi di Amerika Serikat sudah cukup rendah, yaitu sekitar 3 persen. Tinggal menunggu apakah tingkat inflasi tersebut konsisten atau hanya bersifat sementara,” jelasnya.

Baca Juga  Harga Komoditas Topang Cadangan Devisa

Meskipun gejolak ekonomi global sedang terjadi, Eko meyakini bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Ia menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia terutama didorong oleh faktor domestik, yang memungkinkan pertumbuhannya tetap stabil dan tahan terhadap tekanan dari luar.

“Ekonomi Indonesia bergantung pada faktor domestik. Selama sektor domestik tetap berjalan, kita masih bisa mencapai pertumbuhan sekitar 4,8 persen. Meskipun angka ini tidak sehebat target pemerintah sebesar 5,3 persen, tetapi masih mungkin tercapai jika mempertimbangkan perlambatan yang terjadi dalam ekonomi global,” tambah Eko.

Eko juga mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam pengeluaran anggaran agar dapat mencapai target penerimaan pajak yang sesuai. Ia juga mendorong pemerintah untuk melakukan belanja pemerintah (government spending) guna memacu pertumbuhan ekonomi. “Saat ini, ekonomi nasional masih relatif stabil. Oleh karena itu, saatnya untuk melakukan belanja pemerintah. Anggaran tersebut harus segera digunakan untuk mendorong sektor riil dan menghasilkan PDB,” paparnya.

Fenny Tjahyadi, Co-Founder Tumbuh Makna, menyatakan bahwa indikator perlambatan ekonomi di Indonesia belum terlihat, meskipun terdapat tekanan global akibat kenaikan suku bunga AS. Salah satu faktor yang menjaga stabilitas ekonomi Indonesia adalah nilai tukar rupiah yang masih stabil dibandingkan dengan mata uang negara lain di dunia.

“Dalam beberapa bulan terakhir, pasar makro di Indonesia cenderung positif. Berdasarkan tanda-tanda ini, kemungkinan perlambatan ekonomi di Indonesia sangat kecil. Hal ini terlihat dari perlambatan inflasi setelah libur hari raya. Bahkan pada bulan Juli, inflasi masuk dalam target Bank Indonesia dengan tingkat 3,52 persen. Sektor transportasi mengalami deflasi sebesar 0,1 persen, sedangkan inflasi sektor makanan dan minuman melambat di bawah 0,5 persen. Ini terjadi karena permintaan sudah normal setelah libur hari raya dan pasokan sudah cukup tinggi. Selain itu, nilai tukar rupiah masih stabil di tengah dampak yang terjadi pada mata uang negara-negara lain,” jelas Fenny.

Baca Juga  Mentan Jelaskan Alasan Beras Indoensia Jadi yang Termahal di ASEAN

Fenny juga melihat kemungkinan Bank Indonesia akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, yang dianggap kondusif dan menguntungkan bagi para investor untuk memanfaatkan peluang.

“Berdasarkan konsensus di pasar, Bank Indonesia masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga. Kami memperkirakan penurunannya bisa mencapai 50 hingga 75 basis poin hingga awal 2024. Dengan kemungkinan penurunan suku bunga ini, instrumen pendapatan tetap seperti obligasi akan menjadi lebih menarik. Hal ini tercermin dari jumlah pembelian bersih asing pada bulan Juni yang mencapai Rp80 triliun,” tambahnya.

Dalam sektor pasar saham, Fenny melihat bahwa saat ini terdapat dua sektor yang memiliki potensi bagus, terutama menjelang pemilu 2024, yaitu sektor properti dan telekomunikasi.

“Sektor yang dapat dipertimbangkan adalah sektor yang terpengaruh oleh penurunan suku bunga, seperti properti, atau sektor telekomunikasi yang akan menjadi menarik menjelang pemilu,” analisis Fenny.

Namun, Benny Sufami, Analis dan Perencana Keuangan, mengingatkan para investor agar bersabar dalam melakukan investasi pada tahun 2023. Meskipun ada potensi pasar yang menarik dan menguntungkan, hal tersebut harus dipertimbangkan dengan baik dan tepat. “Investor harus bersabar dan menunggu, karena terdapat potensi yang cukup menarik pada tahun 2023 ini. Tren ini serupa dengan Maret 2020, di mana terjadi pertumbuhan positif yang memungkinkan kita untuk melesat dalam waktu 12 bulan, jika kita mengacu pada awal pandemi,” jelasnya.

Meskipun optimis terhadap data makro pada tahun 2023, Benny menekankan bahwa para investor harus tetap mempertimbangkan profil risiko masing-masing. Ia juga mengajak para investor untuk terus mengembangkan pengetahuan dan pemahaman dalam melakukan investasi.

“Investor perlu memahami profil risiko mereka sendiri agar dapat menghindari kesalahan atau investasi yang tidak sesuai. Dengan menggunakan metode 2L (Legal dan Logis) dalam berinvestasi, serta meningkatkan literasi investasi, investor akan terhindar dari kerugian,” pungkas Benny. (hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Bank Dunia Ekonomi Global Konflik Rusia-Ukraina Produk Domestik Bruto The Fed Tumbuh Makna

Berita Lainnya

Ilustrasi emas (foto: Jingming Pan, unsplash)

Harga Emas Dunia Melonjak ke Rekor Baru, Didorong Pelemahan Dolar AS dan Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

10 Februari 2026
Ilustrasi bitcoin (foto: Thought Catalog, unsplash)

Bitcoin Mendekati 90 Ribu Dollar AS, Pasar Menanti Uji Kritis di Level Berikutnya

22 Januari 2026
Harga Bitcoin

Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terendah Lima Bulan, Pasar Kripto Kehilangan $840 Miliar

5 November 2025
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membagikan kondisi pascaserangan Rusia di negaranya

Serangan Drone dan Rudal Rusia Tewaskan 4 Warga Sipil, Zelensky Desak Sanksi Baru

13 Juli 2025
Ilustrasi Dollar AS (foto: pexels)

The Fed Pertahankan Suku Bunga di Kisaran 4,25–4,5 Persen, Waspadai Inflasi dan Risiko Ekonomi

8 Mei 2025
Ilustrasi aset kripto (foto: Art Rachen, unsplash)

Pertemuan FOMC Jadi Penentu Arah Pasar Saham dan Kripto, Ini Penjelasannya

8 Mei 2025
100 hari Trump picu gejolak ekonomi dan politik global. Indonesia wajib siapkan strategi agar tetap kompetitif di tengah ketidakpastian dunia.

100 Hari Trump: Gejolak Ekonomi dan Geopolitik Ancam Indonesia

3 Mei 2025
Ilustrasi Bitcoin (foto: Amjith S, unsplash)

Bitcoin Tembus 97.000 Dollar AS, Analis Prediksi Potensi Cetak Rekor Baru di Mei 2025

2 Mei 2025
IFC berinvestasi Rp 197 miliar dalam IPO Medela Potentia guna mendukung penguatan distribusi dan produksi alat kesehatan di Indonesia.

IFC Investasikan Rp 197 Miliar dalam IPO Medela Potentia untuk Perkuat Sektor Kesehatan Indonesia

21 April 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.