Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Rokok Elektrik: Bahaya, Risiko, dan Dampak pada Kesehatan Paru-paru

Rokok Elektrik: Bahaya, Risiko, dan Dampak pada Kesehatan Paru-paru

Peristiwa Hendro D. Laksono28 Juni 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi rokok elektronik (foto: unsplash)
Ilustrasi rokok elektronik (foto: unsplash)

Surabaya (pilar.id) – Pada tahun 2009, Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) melakukan penelitian terhadap kandungan liquid rokok elektrik dan menemukan bahwa rokok elektrik mengandung zat berbahaya, seperti Tobacco Spesific Nitrosamin (TSNA) yang bersifat toksik, dan Diethylene Glycol (DEG) yang dikenal sebagai karsinogen.

Hasil penelitian tersebut menyebabkan FDA mengeluarkan peringatan kepada masyarakat mengenai bahaya toksik dan karsinogen yang terkandung dalam rokok elektrik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga tidak merekomendasikan penggunaan rokok elektrik sebagai pengganti nikotin (Nicotine Replacement Therapy/NRT) karena beberapa studi menunjukkan bahwa zat-zat dalam liquid rokok elektrik dapat menjadi racun dan karsinogen, sehingga tidak memenuhi standar keamanan.

Meskipun rokok elektrik memiliki manfaat dalam membantu berhenti atau mengurangi konsumsi rokok konvensional, terdapat kerugian yang perlu diperhatikan.

Salah satunya adalah kandungan liquid yang tidak aman, di mana terdapat inkonsistensi antara kadar yang tercantum pada label dengan kadar sebenarnya. Selain itu, penggunaan rokok elektrik juga dapat menimbulkan masalah adiksi nikotin, penyalahgunaan dengan memasukkan nikotin dalam jumlah berlebihan atau bahan-bahan ilegal seperti mariyuana, heroin, dan kanabis oil.

Penggunaan rokok elektrik juga berisiko menyebabkan keracunan akibat flavoring dalam liquid yang terus meningkat secara signifikan, meningkatkan risiko perokok dual use, serta membuat mantan perokok kembali merokok karena klaim bahwa rokok elektrik lebih aman.

Pada tahun 2015 hingga 2016, Kulkarni dan Malouin melaporkan 15 kasus pasien yang mengalami luka bakar akibat ledakan baterai rokok elektrik yang mengandung lithium.

Meskipun jumlah bahan kimia yang ditemukan dalam rokok elektrik lebih sedikit daripada rokok tembakau, beberapa jenis liquid vaporizer memiliki kandungan chromium dan nikel empat kali lipat lebih banyak daripada rokok tembakau.

Liquid vaporizer dan voltase baterai rokok elektrik memiliki komponen berbahaya, terutama pada alat dengan voltase tinggi, yang dapat meningkatkan risiko potensial. Berdasarkan penelitian, rokok elektrik memiliki dampak pada kesehatan paru-paru, antara lain.

  • Meningkatkan peradangan pada saluran napas.
  • Menyebabkan kerusakan pada sel dan epitel.
  • Menurunkan sistem imunitas lokal paru-paru dan saluran napas.
  • Meningkatkan hipersensitivitas saluran napas.
  • Meningkatkan resistensi pada saluran napas.
  • Meningkatkan risiko asma dan emfisema.
  • Meningkatkan risiko kanker paru-paru.
Baca Juga  Kebijakan Pajak Rokok Elektrik bukan Jalan Terbaik Kendalikan Konsumsi di Masyarakat

Bahan utama dalam rokok elektrik, yaitu e-liquid, mengandung propylane glycol yang dapat menyebabkan iritasi pada mukosa saluran napas atas dan bawah. Bahan perasa (flavoring) kimia yang terdapat dalam rokok elektrik juga mengandung diacetyl yang dapat menyebabkan cedera pada saluran pernapasan.

Beberapa laporan kasus menunjukkan adanya penyakit seperti bronkiolitis subakut, nyeri dada pleuritik dengan efusi pleura bilateral, pneumonitis hipersensitif akut, dan pneumonia eosinofilik yang terkait dengan penggunaan rokok elektrik.

Salah satu zat berbahaya dalam rokok elektrik adalah diacetyl yang terkandung dalam perasa rokok elektrik. Paparan zat kimia ini dapat menyebabkan penyakit bronkiolitis obliterans, atau yang dikenal dengan sebutan popcorn lung.

Gejala yang mungkin timbul akibat paparan diacetyl meliputi batuk kering yang tidak sembuh-sembuh, sesak napas, mengi, demam, dan sakit kepala. Selain itu, paparan diacetyl juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, hidung, dan tenggorokan.

Hingga November 2019, tercatat sebanyak 2.172 kasus penyakit paru-paru terkait penggunaan rokok elektrik (Vape) terjadi di Amerika Serikat dengan jumlah kematian mencapai 42 orang.

Akibat peningkatan penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja dan anak-anak, Amerika Serikat telah menyatakan keadaan ini sebagai epidemi dan melarang peredaran rokok elektrik di beberapa negara bagian. Hal ini dilakukan untuk mencegah meningkatnya jumlah perokok dan penggunaan rokok tembakau di kalangan generasi muda.

Vaping Associated Pulmonary Injury (VAPI) adalah gangguan paru-paru yang terkait dengan penggunaan rokok elektrik dalam waktu minimal 90 hari terakhir. Gejala VAPI meliputi sesak napas, batuk, demam, nyeri dada, diare, muntah, sakit kepala, dan gangguan kesadaran.

Meskipun efek jangka panjang rokok elektrik terhadap risiko kanker belum sepenuhnya diketahui, zat-zat karsinogen seperti formaldehida dan asetaldehida telah ditemukan dalam rokok elektrik.

Baca Juga  RSUD Dr. Soetomo Surabaya Hadirkan Klinik Imunoterapi Pertama di Indonesia

Temuan ini mendorong FDA untuk mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya rokok elektrik. Studi preklinis menunjukkan bahwa aerosol rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan inflamasi, stres oksidatif, gangguan pada penghalang endotelial, serta berisiko terjadinya kanker mulut dan paru-paru.

Studi lain juga menunjukkan bahwa paparan rokok elektrik dapat menyebabkan peningkatan nekrosis dan apoptosis sel, penurunan vitalitas sel, serta kerusakan DNA.

Berdasarkan sifat adiktif rokok elektrik, penelitian menunjukkan bahwa pengguna rokok elektrik dalam jangka panjang memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi.

Penelitian yang dilakukan oleh Williams dan rekan-rekan menemukan bahwa aerosol rokok elektrik mengandung logam seperti perak, besi, nikel, alumunium, dan silikat, serta partikel nano dengan ukuran di bawah 100 nm seperti timah, kromium, dan nikel.

Zat nanopartikel titanium dioksida yang dilepaskan oleh aerosol rokok elektrik dapat merusak DNA dengan menyebabkan kerusakan pada untaian tunggal dan lesi oksidatif pada sel A549. Logam-logam berat ini dapat terlepas dari elemen pemanas dan memiliki dampak serius pada kesehatan penggunanya.

Logam seperti timah, kromium, dan nikel (2-100 kali lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau) berperan dalam pembentukan nanopartikel.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa aerosol rokok elektrik memiliki dampak toksikologi dan, karena ukuran partikelnya yang kecil, dapat mempengaruhi organ tubuh yang sensitif seperti paru-paru, sumsum tulang, limpa, jantung, dan sistem saraf pusat.

Pada tahun 2014, penelitian menunjukkan bahwa e-liquid berperan dalam merangsang respons inflamasi dan mengganggu sistem pertahanan alami pada sel epitel saluran napas.

Penelitian tersebut juga mengindikasikan bahwa paparan uap rokok elektrik dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam membersihkan virus dan bakteri di paru-paru. (hdl)


Disclaimer – Berita ini disadur dari laman rsudrsoetomo.jatimprov.go.id. Artikel ini ditulis oleh Ariani Permatasari, Winariani dan Wiwin Is Effendi (Divisi Paru Kerja Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi, RSUD Dr. Soetomo – FK Unair)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Rokok Elektrik Rokok Elektronik RSUD Dr Soetomo

Berita Lainnya

Direktur Utama RSUD dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Pakoeswa

RSUD Dr. Soetomo Surabaya Hadirkan Klinik Imunoterapi Pertama di Indonesia

11 Januari 2025

PDIP Surabaya Bantu Biaya Persalinan Warga di Malam Natal

24 Desember 2024
Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono

Pj Gubernur Jatim Luncurkan Aplikasi DigiPay, Transaksi RSUD Dr. Soetomo Kini Cashless

17 September 2024
Camat Pabean Cantikan, Muhammad Januar Rizal

Pemkot Surabaya Gerak Cepat Tangani Warga Penderita Kanker di Songoyudan

22 Juni 2024
Ilustrasi vape (Foto: Antonin FELS, unsplash)

Kebijakan Pajak Rokok Elektrik bukan Jalan Terbaik Kendalikan Konsumsi di Masyarakat

16 Januari 2024
Ilustrasi vape (Foto: Antonin FELS, unsplash)

Mulai Hari Ini, Pemerintah Resmi Tetapkan Pajak Rokok Elektrik

1 Januari 2024
Tim dari Departemen Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unair saat melakukan edukasi pencegahan kanker kulit pada masyarakat

FK Unair Membawa Edukasi Pencegahan Kanker Kulit ke Masyarakat Pesisir

22 Oktober 2023
Relawan harus naik sekoci terlebih dahulu untuk berpindah ke darat

Laju Bakti Indonesia Timur bersama Kapal RSTKA, Menebar Harapan di Lembata dan Malaka

9 Juli 2023
Dokter Diah Ayu Pitaloka, saat memberikan pelayanan kesehatan di NTT

Pengalaman Gabung dengan Relawan RSTKA di NTT, Melihat Persoalan Kesehatan yang Beda di Tiap Kota

6 Juli 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.